REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Ketika penyakit datang menerpa, apa yang lebih dulu
Anda lakukan? Sebagian orang memilih langsung mencari obatnya. "Padahal,
bukan begitu yang dicontohkan Rasulullah," ungkap dr Agus Rahmadi.
Rasulullah menuntun kita untuk terlebih dulu memohon kesembuhan kepada Sang
Khalik. Ajaran itu sering kali justru diabaikan orang yang sakit dan juga
keluarganya. "Kalau cara ini dan itu tidak berhasil, mereka baru berdoa,"
sesal dokter dari Klinik Sehat ini.
Mempelajari tuntunan Rasulullah dalam bidang kesehatan, Agus mencoba
memperkenalkan kembali pendekatan kedokteran Islam. Beragam penyakit yang
akrab dengan keseharian masyarakat telah ada solusinya. Berikut
penjelasannya.
Dalam ilmu kedokteran Islam, lanjut Agus, ada empat prinsip dasar yang harus
ditegakkan untuk menghadapi penyakit. Pertama, kembalikan segala masalah
kepada Allah SWT. "Kedua, ikuti pola hidup Rasulullah." Prinsip ketiga, jus
terapi. Ada banyak buah dan sayur yang jika dikombinasikan secara tepat
dapat mendatangkan efek obat. "Keempat, pergunakan obat-obatan herbal," ucap
Agus dalam acara Forum Silaturahim Muslim Perkantoran (Forsimpta), Sabtu
(29/5) lalu, di Jakarta.
Agus mengingatkan konsumen kesehatan agar berhati-hati dalam mengonsumsi
obat. Kehalalan obat perlu diperhatikan. "Banyak obat haram yang beredar dan
diresepkan dokter." Banyak orang berdalil, kandungan haram pada obat tak
perlu dipermasalahkan. Apalagi, itu ditujukan untuk darurat pengobatan. "
Tapi, masak, darurat berkepanjangan?" tanya Agus retoris.
Agus mencontohkan obat sirup, semisal obat batuk. Masih banyak produsen obat
yang menyertakan alkohol dalam sediaannya. "Kalau ada penggantinya, mengapa
bertahan memakai bahan yang haram," kata Agus.
sumber : www.republika.co.id
Anda lakukan? Sebagian orang memilih langsung mencari obatnya. "Padahal,
bukan begitu yang dicontohkan Rasulullah," ungkap dr Agus Rahmadi.
Rasulullah menuntun kita untuk terlebih dulu memohon kesembuhan kepada Sang
Khalik. Ajaran itu sering kali justru diabaikan orang yang sakit dan juga
keluarganya. "Kalau cara ini dan itu tidak berhasil, mereka baru berdoa,"
sesal dokter dari Klinik Sehat ini.
Mempelajari tuntunan Rasulullah dalam bidang kesehatan, Agus mencoba
memperkenalkan kembali pendekatan kedokteran Islam. Beragam penyakit yang
akrab dengan keseharian masyarakat telah ada solusinya. Berikut
penjelasannya.
Dalam ilmu kedokteran Islam, lanjut Agus, ada empat prinsip dasar yang harus
ditegakkan untuk menghadapi penyakit. Pertama, kembalikan segala masalah
kepada Allah SWT. "Kedua, ikuti pola hidup Rasulullah." Prinsip ketiga, jus
terapi. Ada banyak buah dan sayur yang jika dikombinasikan secara tepat
dapat mendatangkan efek obat. "Keempat, pergunakan obat-obatan herbal," ucap
Agus dalam acara Forum Silaturahim Muslim Perkantoran (Forsimpta), Sabtu
(29/5) lalu, di Jakarta.
Agus mengingatkan konsumen kesehatan agar berhati-hati dalam mengonsumsi
obat. Kehalalan obat perlu diperhatikan. "Banyak obat haram yang beredar dan
diresepkan dokter." Banyak orang berdalil, kandungan haram pada obat tak
perlu dipermasalahkan. Apalagi, itu ditujukan untuk darurat pengobatan. "
Tapi, masak, darurat berkepanjangan?" tanya Agus retoris.
Agus mencontohkan obat sirup, semisal obat batuk. Masih banyak produsen obat
yang menyertakan alkohol dalam sediaannya. "Kalau ada penggantinya, mengapa
bertahan memakai bahan yang haram," kata Agus.
sumber : www.republika.co.id
Komentar