Habbatussauda'

SIFAT TANAMAN OBAT

Kecil ukurannya, namun besar nilainya dan kaya kandungannya. Terapi
dengan tanaman obat atau herba bukan barang baru, tapi sudah tua,
setua umur manusia sendiri. Mungkin, terapi dengan tanaman obat ini
lebih baik daripada terapi dengan obat-obatan kimia sintetis, karena
harganya relatif murah, tersedia hampir di setiap dapur, lagi pula
tidak menimbulkan efek samping yang berarti.

OBAT KIMIA MENGAKIBATKAN MUNCULNYA PENYAKIT-PENYAKIT BARU YANG BELUM
PERNAH DIKENAL
Para dokter menyatakan bahwa penggunaan obat kimia dalam jumlah banyak
bisa menyebabkan munculnya sejumlah penyakit yang belum pernah ada.
Dr. Abdulrahim Haji, dosen pengobatan natural dan terapi herba di
Universitas Al-Azhar, mengatakan :
"Pengobatan dengan herba telah menunjukkan keberhasilan yang
mengesankan. Penduduk Mesir telah menggunakan pengobatan ini sejak
lama. Konsep pengobatan ini masih bisa ditemukan di dinding-dinding
bangunan ibadah dan lembaran-lembaran papyrus Dinasti Firaun."
Dr. Abdulrahim Haji berkeyakinan bahwa kecenderungan masyarakat untuk
kembali kepada pengobatan herba disebabkan oleh munculnya berbagai
penyakit baru yang tidak dikenal sebelumnya. Berbagai riset
membuktikan bahwa pengobatan natural selalu membawa manfaat, tanpa
menimbulkan resiko dan efek samping yang kompleks yang biasa terdapat
pada obat-obat kimia. Kajian-kajian medis paling mutakhir membuktikan
bahwa pada umumnya obat-obat kimia menyembuhkan satu penyakit sambil
mendatangkan penyakit yang lain. Karena itu, pengobatan dengan herba
menjadi sangat berguna bagi para penderita sakit yang mengalami alergi
terhadap obat kimia.
Habbatul barokah atau habbatus sauda' mengandung fosfat, zat besi,
fosfor, dan karbohidrat. Ia juga mengandung antibiotik yang mampu
menghancurkan setiap jenis bakteri. Di antara kandungannya terdapat
karoten yang merupakan zat anti kanker. Ia juga mengandung
hormon-hormon seks yang berkhasiat menguatkan, menyuburkan, dan
meningkatkan vitalitas, serta melancarkan pengeluaran urin dan cairan
empedu. Ia juga mengandung enzim-enzim pencernaan dan anti asidosis.
Dalam habbatus sauda' juga terdapat zat-zat analgesik dan sekaligus
juga zat-zat perangsang. Baru-baru ini telah diketahui bahwa habbatus
sauda' meningkatkan aktivitas sistem kekebalan tubuh dalam mencegah
serangan sekaligus menghilangkan penyakit.

ADA APA DENGAN HABBATUS SAUDA'?
Andaikata Anda diberitahu bahwa seorang dokter yang sangat pakar,
ahli, dan jenius telah menemukan ramuan dari tanah sebagai obat, pasti
Anda mempercayainya. Begitu pun andaikata sang dokter membuat balsem
dari bahan racun serangga, niscaya Anda mau menurut dan menggunakannya
sebagai obat, tanpa kesangsian dan keraguan. Anda pasti mempercayainya
sepenuh keyakinan; karena obat itu diramu oleh seorang dokter yang
terpandang dan terkenal. Lantas, bagaimana jika resep itu berasal dari
manusia terbaik, dokter seluruh manusia, rosul pembawa rahmat dan
mukjizat, serta kekasih Alloh, Muhammad n? Beliau telah memberitahu
kita tentang satu biji yang berkhasiat menyembuhkan setiap penyakit,
yaitu habbatus sauda'. Bukankah beliau lebih patut dipercaya? Beliau
tidak pernah berbicara dengan hawa nafsu, beliau rahmat dan nikmat
yang dianugerahkan kepada kita, serta manusia jujur dan dipercaya,
semoga shalawat dan salam dilimpahkan kepada beliau.
Rosululloh sholallohu 'alaihi wasallam bersabda :
"Hendaklah kalian menggunakan habbatus sauda', karena ia mengandung
kesembuhan untuk setiap penyakit, kecuali kematian."
Habbatul barokah juga mengandung zat-zat antibiotik pemusnah virus,
mikroba dan bakteri; karoten yang merupakan zat anti kanker,
hormon-hormon seksual yang berkhasiat menguatkan, menyuburkan, dan
meningkatkan kebugaran; zat-zat diuretik yang melancarkan pembuangan
urin dan cairan empedu, enzim-enzim pencernaan dan zat anti keasaaman,
serta bahan-bahan analgesik sekaligus stimulan. Sungguh banyak
keajaiban, rahasia, dan manfaat yang terkandung di dalamnya. Andaikata
para peneliti mau melakukan penelitian mengenainya, niscaya mereka
menemukan bahwa habbatus sauda' bisa menggantikan kebutuhan kepada
apotik dan dokter. Namun, itu berlaku bagi siapa yang percaya dan
yakin kepada sabda "penghulu para rosul" dan "dokter bagi orang-orang
bingung", Muhammad Rosululloh n.
Mari kita melihat beberapa rahasia yang disimpan oleh Sang Mahabenar l
dalam habbatus sauda' ini, agar ia menjadi penyembuh bagi berbagai
penyakit.

HABBATUS SAUDA' MENGANDUNG MULTI MANFAAT
Ketika Lord Carter mengumumkan sebuah penemuan benda bersejarah yang
penting, yaitu makam Tutankhamun, seorang raja dari dinasti Firaun,
saat itu ia belum mengetahui apa sebenarnya minyak berwarna hitam yang
ditemukannya dalam barang-barang peninggalan raja muda ini, yang di
kemudian hari diketahui sebagai minyak habbatul barokah atau habbatus
sauda'.
Orang-orang Mesir kuno telah mengenal tumbuhan habbatul barokah.
Namun, belum diketahui pasti bagaimana cara mereka menggunakannya
dalam kehidupan sehari-hari. Mereka mengenalnya dengan sebutan
Syantat. Penemuan minyak habbatul barokah di antara benda-benda
peninggalan salah seorang Raja Mesir ini, setidaknya menunjukkan
secara pasti tentang betapa pentingnya kedudukan tumbuhan habbatul
barokah pada masa itu.
Kitab perjanjian lama, dalam kitab Asy`iya mengisyaratkan pentingnya
habbatul barokah dan metode yang digunakan pada masa itu untuk
memperoleh minyak. Orang-orang Ibrani telah mengenal tumbuhan yang
tumbuh secara massal di Mesir dan Syiria ini dengan sebutan Kitsah.
Diskorides, seorang dokter Yunani terkenal yang hidup pada abad
pertama Masehi, menulis bahwa dulu biji habbatul barokah biasa
digunakan untuk mengobati pusing, hidung tersumbat, dan sakit gigi, di
samping digunakan untuk mengusir cacing. Ia juga digunakan untuk
melancarkan air kencing dan air susu.
Adapun dalam khazanah Islam, telah diriwayatkan sebuah hadits dalam
Shohîh Bukhori dari Aisyah bahwa ia berkata : Rosululloh SAW bersabda :
"Sesungguhnya, habbatus sauda' ini merupakan penyembuh segala
penyakit, kecuali sâm." Aku bertanya, "Apakah sâm itu?" Beliau
menjawab, "Kematian."
Biruni, salah seorang ilmuwan muslim (989 M - 379 M) telah menulis
tentang asal-usul tumbuhan ini dari India dan berbagai nilai gisi dan
pengobatan yang terkandung di dalamnya. Habbatul barokah, dalam
pengobatan Yunani maupun Arab yang fondasi ilmiahnya dibangun oleh
Hipokrates, Galinus, dan Ibnu Sina, memiliki kedudukan yang tinggi,
karena berperan penting dalam pengobatan penyakit-penyakit liver dan
sistem pencernaan. Dalam bukunya yang terkenal, Al-Qonûn fi `th-Thibb,
Ibnu Sina menyampaikan pendapatnya bahwa habbatul barokah bisa
meningkatkan energi dan membantu mengatasi kelelahan.

APAKAH HABBATUL BAROKAH ITU?
Ia merupakan tanaman semak belukar yang tumbuh liar setiap musim di
wilayah laut putih tengah, akan tetapi juga ditanam di beberapa
kawasan lain di utara Afrika, Asia, dan Jazirah Arab. Nama ilmiahnya
adalah nigella sativa. Tanaman ini berbatang pendek, tingginya 50 cm,
masih satu famili dengan adas (foeniculum capillaceum) dan anise
(pimpinella anisun) sehingga kadang-kadang mengiranya salah satu jenis
tumbuhan adas. Buah tanaman ini berbentuk mirip kapsul yang di
dalamnya terdapat benih berwarna putih, bentuk segi tiga, warnanya
cepat sekali berubah menjadi hitam ketika terkena udara.
Habbatus sauda mempunyai nama-nama lain, misalnya : karaway hitam,
black cumin, dan di India dinamakan kalonji hitam, sedangkan di
negara-negara Persia dikenal dengan sebutan syuniz.
Baru-baru ini, ada tidak kurang dari 150 penelitian dimuat di berbagai
jurnal ilmiah tentang khasiat habbatul barokah yang semakin menguatkan
berbagai khasiat yang pernah disebutkan oleh orang-orang dahulu
tentang tumbuhan ini. Kebanyakan penelitian ini berasal dari
negara-negara Eropa, khususnya Austria dan Jerman yang berada di
barisan terdepan negara-negara yang mempromosikan dihidupkannya
kembali pengobatan herba sebagai pengobatan alternatif. Demikianlah,
habbatul barokah hadir dalam berbagai kemasan obat, ada yang berbentuk
tablet, kapsul, sirup, maupun minyak di sejumlah negara Eropa dan
Amerika, di samping juga di negara-negara Arab dan Islam.

CARA KERJA HABBATUS SAUDA
Para ilmuwan sejak dulu mencoba mengungkap cara kerja habbatus sauda,
khususnya peranannya dalam proses pemulihan luka. Untuk itu, mereka
meneliti kandungan biji habbatus sauda yang di antaranya berupa aneka
vitamin, mineral, protein nabati, juga asam lemak tak jenuh.
Perlu diingat, banyak minyak nabati, di antaranya minyak habbatul
barokah, yang mengandung sejumlah asam lemak esensial yang penting
untuk kesehatan kulit, rambut, dan selaput lendir, juga dalam
pengendalian tekanan darah, produksi hormon dalam tubuh, dan berbagai
fungsi kehidupan yang penting lainnya.
Selain kandungan bahan-bahan alami tersebut, habbatul barokah juga
mengandung nigellone, yaitu satu zat kristal yang berhasil diekstraksi
pertama kali pada tahun 1929 M dan sejak saat itu telah digunakan
sebagai salah satu zat aktif tumbuhan. Nigellone termasuk dalam
kategori zat antioksidan alami seperti vitamin C dan A. Demikian pula
glutathion yang memiliki peran fundamental dalam melindungi tubuh dari
ancaman apa yang disebut sebagai radikal bebas. Sejumlah hasil
penelitian yang dipublikasikan baru-baru ini menyatakan fungsi
protektif nigellon yang melindungi tubuh dari bahaya berbagai zat
asing (xenobiotics).

Tentang Habbatussauda' dibicarakan dan dijelaskan secara panjang
lebar, anda bisa lihat di buku "Hidup Sehat dengan Habbatussauda'"
terbitan dan AL-QOWAM PUBLISHING.

Komentar